Seri Cerita Adat
Cerita dari Tanah Malind
Cerita-cerita berikut disusun dari wawancara lapangan bersama tujuh penutur di Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Teksnya ditampilkan sebagaimana disetujui pemilik naskah.
Halaman pendukung
Daftar cerita
12 cerita
- 01Tuturan
Asal Muasal Suku Kanum
Dua orang tua mengikuti anjing mereka yang selalu pulang kenyang, dan menemukan sebatang pohon nibun tempat empat suku bermula.
PenuturMarthen Ndiken, penasihat adat Suku Kanum, Kampung Sota
6 menitBaca cerita - 02Tuturan
Manusia yang Lahir dari Perut Bumi
Mengapa orang Malind disebut manusia sejati, dan mengapa tanah diperlakukan sebagai seorang ibu.
PenuturFrederikus Mahuze, Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Malind Anim, Kabupaten Merauke
5 menitBaca cerita - 03Tuturan
Kali yang Namanya Darah
Ndalir adalah batas dan benteng perang antara Malind dan Kanum, dan namanya menyimpan apa yang pernah terjadi di sana.
PenuturMarthen Ndiken, penasihat adat Suku Kanum, Kampung Sota
4 menitBaca cerita - 04Tuturan
Ketika Orang Mengira Tuhan Sudah Datang
Perjalanan orang Malind dari Kondo sampai Digul, zaman mengayau, dan hari ketika orang berkulit putih dikira dema.
PenuturYulius Romeo Mahuze, ketua adat wilayah Sosom, Kampung Buti
6 menitBaca cerita - 05Tuturan
Tanah yang Berjalan Mengikuti Laut
Lima Suba, Bui Pare, Tot Pare, Mbanggu. Sejarah sebuah kampung yang diceritakan bukan dengan tahun, melainkan dengan nama tempat.
PenuturYulius Romeo Mahuze, ketua adat wilayah Sosom, dan Alexander Kaize, Ketua Adat Kampung Wasur
5 menitBaca cerita - 06Tuturan
Tujuh Marga dan Cerita yang Tidak Boleh Diceritakan
Setiap marga dikenali oleh binatang, tumbuhan, dan makhluk laut tertentu. Dan ada satu pertanyaan yang jawabannya sengaja tidak dilengkapi.
PenuturYulius Romeo Mahuze, Alexander Kaize, dan Dominggus Bakap
6 menitBaca cerita - 07Tuturan
Pulang Jam Berapa
Satu pertanyaan pendek yang selalu diajukan sebelum orang masuk hutan, dan pengetahuan besar yang tersimpan di dalamnya.
PenuturDominggus Bakap, Kepala Kampung Wasur, dan Yulius Romeo Mahuze, ketua adat wilayah Sosom
5 menitBaca cerita - 08Tuturan
Dusun yang Ditutup karena Duka
Sasi bekerja pada tiga tingkat sekaligus, yaitu tanda duka, cara memulihkan alam, dan penanda sengketa batas antarmarga.
PenuturAlexander Kaize, Ketua Adat Kampung Wasur, Dominggus Bakap, Kepala Kampung Wasur, dan Marthen Ndiken
6 menitBaca cerita - 09Tuturan
Kampung yang Tidak Boleh Dijual
Di Kampung Baad yang paling banyak bukan cerita, melainkan pantangan. Tentang kampung lama, dusun sagu, dan cara pengetahuan berpindah tanpa diajarkan.
PenuturAgustinus Ndiken, Kepala Kampung Baad
5 menitBaca cerita - 10Tuturan
Setahun Tanpa Sentuhan
Selama satu tahun penuh seorang anak Kanum tidak boleh disentuh om dan tantenya. Lalu diadakan acara adat pegang anak.
PenuturMama Norce Mahuze, penutur tradisi Suku Kanum, Marthen Ndiken, dan Alexander Kaize
6 menitBaca cerita - 11Tuturan
Tarian yang Tidak Boleh Dipinjam
Gatzi menyebar sampai ke YouTube, Ettor tetap milik Kampung Baad. Dan yang paling terancam bukan tariannya, melainkan nyanyiannya.
PenuturAgustinus Ndiken, Kepala Kampung Baad
4 menitBaca cerita - 12Tuturan
Himpunan Nyanyian dan Tarian
Tujuh nyanyian dan lima tarian yang disebut dalam korpus, beserta alasan mengapa hanya satu lirik yang dapat dimuat.
PenuturAlexander Kaize, Dominggus Bakap, Yulius Romeo Mahuze, Mama Norce Mahuze, dan Agustinus Ndiken
7 menitBaca cerita